Imlek atau Tahun Baru China adalah salah satu perayaan terbesar bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan ini tidak hanya dirayakan di China, tetapi juga di banyak negara yang memiliki populasi Tionghoa yang signifikan. Setiap negara memiliki tradisi dan cara unik dalam merayakan Imlek, meskipun esensi dari perayaan ini tetap sama: merayakan kedatangan tahun baru dengan penuh suka cita, mempererat hubungan keluarga, dan mendoakan keberuntungan serta kesehatan di tahun yang baru. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi tujuh tradisi Imlek yang populer di berbagai negara, masing-masing dengan kekhasan dan nuansanya.
1. China: Perayaan Keluarga dan Festival Lampion
Di China, Imlek adalah perayaan yang sangat penting dan berlangsung selama 15 hari, dengan puncaknya pada malam Tahun Baru. Tradisi yang paling dikenal adalah makan malam reuni keluarga pada malam sebelum Imlek, yang dianggap sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga besar. Dalam makan malam ini, berbagai hidangan simbolik disajikan untuk mengharapkan kebahagiaan, kemakmuran, dan umur panjang. Salah satu hidangan yang paling populer adalah ikan yang memiliki arti “kelimpahan”, karena dalam bahasa Mandarin, kata untuk ikan (“yu”) terdengar seperti kata untuk “kelebihan” atau “kekayaan.”
Setelah makan malam, banyak keluarga akan mengadakan pertunjukan kembang api dan petasan, yang bertujuan untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Selama 15 hari perayaan Imlek, ada juga Festival Lampion yang diadakan di akhir masa perayaan, dengan berbagai lampion yang menghiasi jalan dan taman, menciptakan suasana meriah dan penuh warna.
2. Singapura: Perayaan yang Modern dan Meriah
Singapura, yang memiliki populasi Tionghoa yang besar, merayakan Imlek dengan cara yang sangat meriah. Salah satu tradisi yang unik adalah pameran dan pasar malam yang diadakan di berbagai kawasan, terutama di kawasan Chinatown. Di sini, warga dapat membeli barang-barang yang dipercaya membawa keberuntungan seperti buah jeruk (yang melambangkan kelimpahan) dan berbagai dekorasi Imlek. Kue-kue tradisional seperti kue bakwa (daging asap manis) dan kue kerupuk ikan juga sangat populer dan menjadi bagian penting dari perayaan.
Selain itu, di Singapura ada tradisi menghantarkan angpao atau amplop merah berisi uang kepada keluarga, teman, dan anak-anak. Angpao ini melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan yang ingin dibagikan kepada orang lain. Pada hari pertama Imlek, banyak orang Singapura juga menghadiri kebaktian di kuil-kuil untuk memanjatkan doa dan berharap mendapatkan berkah untuk tahun yang akan datang.
3. Malaysia: Imlek dengan Tradisi Melayu dan Tionghoa yang Harmonis
Malaysia, yang memiliki masyarakat multirasial, merayakan Imlek dengan cara yang penuh warna dan multikultural. Di sini, selain makan malam keluarga, ada tradisi mengunjungi rumah teman dan keluarga untuk bersilaturahmi. Biasanya, orang yang lebih tua memberikan angpao kepada anak-anak dan yang lebih muda. Selain itu, parade barongsai (seni bela diri dari Tiongkok) sangat populer, dengan tim barongsai yang memeriahkan suasana di jalan-jalan besar dan pusat perbelanjaan.
Perayaan Imlek di Malaysia juga diwarnai dengan bumbu tradisi Melayu, di mana makanan khas Melayu seperti rendang dan nasi lemak sering disajikan selama perayaan Imlek. Kolaborasi antara tradisi Melayu dan Tionghoa ini menciptakan suasana yang harmonis dan memperlihatkan kekayaan budaya Malaysia.

4. Indonesia: Imlek dengan Tawa dan Berkah Angpao
Imlek di Indonesia memiliki suasana yang sangat hangat dan dekat dengan tradisi keluarga. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, perayaan Imlek dirayakan dengan antusiasme tinggi. Salah satu tradisi khas adalah mengunjungi rumah keluarga dan teman untuk saling memberi angpao. Angpao tidak hanya diberikan kepada anak-anak, tetapi juga kepada anggota keluarga yang lebih muda, sebagai simbol keberuntungan dan doa agar kehidupan mereka semakin baik di tahun yang baru.
Selain itu, di Indonesia, banyak orang Tionghoa yang akan mengadakan sembahyang di kuil-kuil untuk berdoa kepada leluhur dan dewa-dewa, memohon kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan di tahun yang baru. Di beberapa daerah, seperti di Glodok Jakarta, ada perayaan pasar malam Imlek yang menawarkan berbagai makanan tradisional, dekorasi, dan barang-barang khas Imlek.
5. Taiwan: Tradisi Keluarga dan Menghormati Leluhur
Imlek di Taiwan juga sangat dikenal dengan tradisi makan malam keluarga yang sangat besar dan penuh dengan simbol-simbol keberuntungan. Makan malam ini adalah waktu bagi seluruh keluarga untuk berkumpul, bahkan banyak anggota keluarga yang bekerja di luar negeri akan pulang ke rumah untuk merayakan bersama. Di Taiwan, ada tradisi memiliki pohon persik di rumah, yang diyakini akan membawa keberuntungan dan melindungi rumah dari energi negatif.
Setelah makan malam, banyak orang Taiwan yang mengunjungi kuil-kuil untuk menghormati leluhur, mendoakan agar mereka mendapatkan restu di tahun yang baru. Di beberapa kota, seperti di Taipei, ada juga perayaan parade dan barongsai, serta pertunjukan kembang api yang sangat meriah. Imlek di Taiwan merupakan waktu yang penuh dengan kehangatan keluarga dan rasa syukur.
6. Thailand: Imlek dengan Kehidupan Sosial yang Aktif
Meskipun mayoritas penduduk Thailand beragama Buddha, perayaan Imlek di negara ini juga sangat meriah, terutama di kalangan komunitas Tionghoa. Di Thailand, ada tradisi memasang dekorasi Imlek di rumah dan tempat-tempat umum. Makanan khas Imlek, seperti bakpao dan kue keranjang, banyak dijual di pasar dan restoran-restoran. Barongsai juga menjadi bagian penting dari perayaan Imlek di Thailand, dengan pertunjukan yang sering diselenggarakan di tempat-tempat umum.
Imlek juga menjadi waktu yang sangat baik untuk melakukan kunjungan ke keluarga dan teman, serta memberikan angpao. Berbeda dengan negara lain, di Thailand banyak yang merayakan dengan acara sosial, seperti mengadakan pesta keluarga besar di luar rumah untuk merayakan bersama teman-teman dan keluarga dekat.
7. Filipina: Imlek yang Penuh Harapan dan Keberuntungan
Di Filipina, perayaan Imlek juga sangat dihargai oleh komunitas Tionghoa yang ada di negara tersebut. Parade karnaval Imlek sering diadakan di kota-kota besar seperti Manila dan Cebu. Selain itu, tradisi yang unik di Filipina adalah menggunakan benda bulat, seperti buah jeruk, untuk simbol keberuntungan dan kemakmuran. Masyarakat juga percaya bahwa menyimpan uang di rumah saat Imlek akan mendatangkan keberuntungan finansial.
Di Filipina, menghormati leluhur dan berdoa di kuil menjadi bagian yang penting dalam perayaan Imlek. Banyak keluarga yang akan pergi ke kuil untuk memanjatkan doa untuk kesehatan dan keberuntungan. Angpao juga diberikan kepada anak-anak dan orang yang lebih muda, sebagai simbol berkah yang dibagikan di awal tahun.
Baca Juga : https://tilekeo.info/